Translator

Manusia Lemming

Kalian tau sama yang namanya Mahluk Lemming??.. Amburadul jelasin dikit ya apa ituj mahluk Lemming,, Lemming adalah sejenis hewan pengerat seperti marmut. Yang menarik dari hewan ini dan telah diteliti adalah karakternya yang "ngikut saja", Lemming yang satu akan mengikuti yang lainnya bahkan sampai ke kematian.

Hewan Lemming akan melakukan migrasi dalam periode hidupnya. Dalam perjalanan migrasi tersebut Lemming akan berjalan mengikuti Lemming terdepan. Ketika Lemming yang jalan terdepan terjatuh ke dalam jurang atau ke dalam sungai yang sangat deras maka Lemming-lemming di belakangnya akan mengikuti terjatuh. what the f*ck!!!.

Karakter lemming yang menarik dari hewan ini lantas dikenal menjadi metafora yang disebut 'efek manusia Lemming', yaitu suatu fenomena bagaimana orang-orang mengikuti begitu saja tanpa mempertanyakan suatu pendapat  yang populer yang beredar di tengah masyarakat di mana pendapat tersebut bisa saja berpotensi menjerumuskan diri mereka ke dalam suatu kebinasaan atau paling minimal kesesatan berpikir.

Dalam kehidupan, informasi dan kejadian seakan rangkaian-rangkaian fakta kecil yang terasa tak bermakna. Tetapi ketika dikaji secara komprehensif, maka rangkaian-rangakian fakta yang kecil dan terasa independen tersebut akan menjadi sebuah simpul yang mencerahkan.

Namun jika sebuah komunitas sudah total terpengaruh oleh "hipnotis" akan "Kenyata'an palsu" yang dipaksakan oleh mereka yang berkepentingan dan dianggap memiliki otoritas untuk berpendapat, maka efek / manusia Lemming susah diubah.

Efek Lemming merupakan mainan menarik bagi industri iklan, politik dan berbagai aspek kehidupan.

Contoh : sederhana bagaimana efek / manusia Lemming berjalan adalah saat gelang Power Balance sedang ngetrend. Artis, public figure, ABG dan banyak lapisan masyarakat memakai gelang tersebut. Tanpa pernah menyempatkan diri bertanya-tanya, benarkah apa yang disampaikan dalam iklan produk tersebut? Akhir-akhir baru terungkap tak ada efek signifikan terhadap tubuh akibat memakai gelang power balance. Contoh lain misalnya bagaimana ABG alay labil begitu terhipnotis dengan es krim M*gnum.
Contoh lain lagi yang agak sedikit berat adalah bagaimana percayanya sebagian besar warga Amerika Serikat (AS) bahwa Islam itu merupakan agama yang jahat, hanya dikarenakan isu dan berita populer yang dipelintir bahwa Islam adalah agama teror. Tanpa mencoba mencari fakta sendiri dan merangkai kejadian-kejadian di baliknya.

Atau bagaimana pemerintahan suatu negara membohongi rakyatnya dengan mengumunkan dan secara terus-menerus memborbardir pikiran rakyat dengan angka-angka statistik yang seolah mengagumkan tentang kenaikan kesejahteraan, penurunan jumlah rakyat miskin dan lain-lain padahal itu semua adalah kebohongan. Sampai pikiran rakyat yang tak memanfaatkan pikirannya tersebut percaya semua yang diungkap dan dijejalkan ke pikirannya, lalu ketika ada lapisan masyarakat yang tak terkena efek / manusia Lemming mulai mengajukan fakta kebenaran yang sebenarnya, maka kebenaran tersebut tak lagi dianggap, dan akan disebut dengan mudah disemati label "barisan sakit hati". Hehehehe... Gampang sekali!.

Manusia Lemming ini muncul karena tidak terbiasanya kita untuk berfikir secara mandiri. Ketika manusia Lemming sudah berjalan maka meskipun akhirnya kebenaran yang sebenarnya muncul atau dimunculkan, hal itu tidak bisa menggoyahkan anggapan yang telah terbentuk sebelumnya. Kecenderungannya adalah mereka yang telah terkena efek / manusia Lemming akan tetap menyangkal kebenaran yang sebenarnya, walaupun mereka telah melihat kebenaran tersebut dengan mata kepala sendiri.

Kalau dalam istilah bahasa Sunda, manusia Lemming ini disebut "tuturut munding" (ngikut-ngikut aja seperti kerbau). Masyarakat Sunda menganalogikan orang-orang yang terkena efek Lemming dengan seekor kerbau, yang mengikut saja ketika tambanga yang mengikatnya ditarik oleh pemiliknya. Bahkan ketika dia dibawa ke tukang jagal.

Berpikir adalah pekerjaan terberat, karena itulah sedikit sekali orang yang mau menggunakan otaknya (Henry Ford).
18.57 | 4 komentar | Read More

Indonesia VS Piala Citra


Tahukah gambar apa di Samping?
Piala!. Ya tepat. Sebuah Piala, tepatnya Piala Citra

Inilah piala yang diberikan dalam Festival Film Indonesia (FFI). Ajang ini adalah ajang penghargaan tertinggi bagi dunia perfilman dan akting di Indonesia yang mulai diselenggarakan sejak tahun 1955.

Kata Citra sendiri yang berarti 'bayangan' atau 'image'. Citra kemudian dijadikan nama piala sebagai simbol supremasi prestasi tertinggi untuk bidang perfilman kualitas film, berakting dan lain-lain.

Admin amburadul sempat berfikir??...

Apakah Piala ini yang mau dikejar oleh pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono?.  Jika tidak. Mengapa pemerintahan saat ini lebih mementingkan image daripada kinerja nyata untuk memakmurkan rakyat. Padahal pemerintahan itu hal yang nyata, bukan sebuah film. Bukan sebuah akting seolah-olah.

Politik citra terasa semakin tidak relevan karena semakin banyak persoalan riil di sekitar kehidupan rakyat yang tidak tersentuh kinerja pemerintahan. Pernyataan SBY di media berbeda dengan kenyataan yang terjadi di lapangan, Akan tetapi pernyata'an palsu itu terus mendapat dukungan dari manusia lemming yang telah merata di Negeri kita ini.

Masih ingat kasus-kasus dengan Malaysia selama SBY memerintah?Ambalat, penangkapan aparat oleh tentara Malaysia, dan permasalahan TKI.

SBY menjanjikan bahwa setiap bentuk yang mengganggu kedaulatan rakyat akan langsung diusir. Kenyatannya, janji itu tidak pernah dilaksanakan SBY. Bangsa besar ini seolah menjadi melempem dan ketakutan melindungi dirinya, kedaulatannya, harga dirinya yang diinjak.

Masih ingat janji SBY juga sering bicara ekonomi untuk rakyat serta agenda kesejahteraan bangsa?
Sedang faktanya nasib rakyat justru jauh dikatakan sejahtera = bohong.

Harga kebutuhan meningkat tajam.  Mayoritas rakyat Indonesia itu sejak jaman dahulu makan nasi sebagai makanan pokok, bukan tiwul atau nasi aking. Pemerintah melansir bahwa angka masyarakat miskin menurun semenjak pemerintahan di bawah SBY. Yang benar menurun? Walah.... Ternyata indikator kemiskinannya yang diturunkan. Indikator yang berlaku secara internasional tentang pendapatan harian yang disebut miskin adalah Rp. 20.000/hari, angka penurunan angka kemiskinan yang diklaim pemerintah ternyata diperoleh melalui penurunan indikator tersebut hanya menjadi Rp. 7.000/hari. Pantasan angka rakyat miskin menurun drastis? hehehehe... ternyata!.  Lalu Memperek (menteri perekonomian) mengatakan bahwa angka inflasi 6,6% yang tinggi itu hanya asumsi saja. Asumsi saja? Di lapangan mungkin sudah lebih dari 10%.

Lihatlah contoh di Trenggalek tentang harga-harga yang meningkat tajam dan kemiskinan. Akibat harga-harga kebutuhan yang semakin amburadul,, ratusan keluarga yang kebanyakan petani ladang hidupnya semakin menderita. Mereka makan tiwul. Tiwul dipilih karena murah, bisa dibeli dengan harga Rp 2.000/kg. Sedangkan beras, harganya tak terjangkau oleh mereka. Kan ada beras untuk rakyat miskin (raskin)? Warga di sana sudah melupakannya karena sejak enam bulan silam beras dari pemerintah itu tak datang lagi menghampiri mereka Liputan6.

Di Mamuju ada pasangan Kamaluddin & Suryanti di Jalan Pemuda, Binangan, Mamuju, Sulawesi Barat, mendapat durian runtuh setelah tiga hari tak makan karena kehabisan beras. Akhirnya mereka bisa makan setelah penderitaan mereka diberitakan sejumlah media. Jika tak ada beras, biasanya keluarga ini hanya mengganjal perut dengan memasak kangkung liar yang tumbuh di sekitar rumah. Liputan6

Politik citra tak memakan korban?
Jika kejadian di dua tempat itu tak mau dimasukkan sebagai korban silahkan saja. Toh korban nyawa pun kan sudah terjadi. Kalian ingat korban nyawa di Istana Negara pada saat hari pertama Lebaran??. Yang awam mungkin akan menyangka rakyat berkumpul untuk melihat presidennya. Hahay... ternyata! Lembaran dan bungkusanlah yang menyebabkan umat rakyat miskin menyemut di Istana Negara.

Sumber: Kompas
17.42 | 0 komentar | Read More

Fenomena segelas kopi saat ujian semester

Saat ujian semester entah kenapa kebodohan fenomena ini sering kali terulang, terulang dan terulang. Penyesalan saat mengalami fenomena sebelumnya seolah tak pernah membekas di ingatan.

Fenomena ini diawali dengan niat baik untuk belajar, karena besok mau ujian, jadi malam ini bagaimana pun harus belajar,, tapi sayang jadwal belajar amburadul .

Jam 20.00
Mulai duduk di depan meja belajar sambil memilah bahan buat ujian besok. Tiba-tiba tercetus ide, "mantapnya kalau belajar ditemani segelas kopi panas. biar mata tak lekas ngantuk". Ide yang berilian. Lalu beranjaklah membuka lemari stok yang juga bisa di bilang amburadul (yang menyatu dengan lemari pakaian), buka toples tempat kopi, dan toweng...toweng. kopinya habis?.

Jam 20.15
Lihat jam dinding baru menunjukkan jam 20.15, ah ke warung dulu beli kopi dan sekalian beli makanan ringan buat nemenin belajar. Belajarkan butuh energi. Nyam..nyam..nyam......
Di warung rupanya ketemu sobat-sobat amburadul dari jurusan lain lagi duduk ngobrol-ngobrol. Naluri kambing pun muncul jika sudah ketemu dengan gerombolannya. Ngobrol-ngobrol dulu aja, masih jam 8-an ini. Maknyess, obrolannya seru.

Jam 21.00
Huff... udah jam 21.00 rupanya. Baru beli 2 sachet kopi dan cemilan lalu dengan enggan pulang ke kost meninggalkan kawanan.

Jam 21.15-an (Jika tak ada aral melintang di perjalanan pulang)
Dua bungkus kopi sachet pun sudah meluncur ke dalam cangkir. Eh sialnya air habis. Terpaksa pergi ke kamar tetangga kos, menjaluk (bahasanya amburadul rek... :) air panas. Sambil nunggu dispenser menyala merah, ngobrol-ngobrollah  barang sebentar sama tuan rumah yang lagi sibuk main game strategi. Belum perang ini, masih masa pembangunan hehehehehe....

Jam 21.30-an
Air panas sudah mengucur ke cangkir. Ngobrol-ngobrol sama tuan rumah makin seru ditambah kopi dan rokok. Ngalor-ngidul amburadul ga karuan, ketawa-ketawa. Tak terasa kopi di cangkir sudah habis dan jam sudah menunjukkan angka 23.00. Pamit mundur. Teringat niat awal untuk belajar.

Jam 23.40
Dasar Generasi amburadul Malah terbengong bodoh di depan meja belajar, melihat bahan ujian yang setumpuk bikin mata ngantuk. Memaki diri sendiri kenapa gak dicicil dari awal semester belajarnya. Hiks....

Jam 01.00
Baru baca 3 lembar mata sudah kunang-kunang. Ah...Gimanapun belajar gak bakalan masuk ke otak kalau mata sudah lelah. Tidur adalah jawabnnya. Pasang weker ke jam 3, biar bangun lalu belajar, subuh-subuh. Ehmmm... jam 4 aja dech wekernya, biar deket dikit ke waktu subuh.

Lalu terlelap sangat. zzz....zz...zzz...

Namun terlupa sebuah nasihat bijak, bahwa "weker bukanlah alat ampuh untuk membangunkan seekor kerbau tidur".

Jam 06.00
Mata baru terbangun, itupun karena digedor tetangga yang mau minta air panas. Padahal air galon sudah habis.

Jam 06.30
Baru beres melakukan semua Standard Operational Procedure (SOP) pagi hari. Masih ada waktu 1 jam membaca bahan yang membukit itu. Sebelum berangkat ke kampus.

Jam 08.00
Ujian berlangsung, di sanalah ratap penyesalan terasa. Otak blank menyaksikan soal-soal ujian. Kenapa aku terjebak lagi dalam fenomena kopi ini?.

Tapi jam 10-an begitu keluar dari ruang ujian. Hilanglah penyesalan itu.
Mari kita ke kantin!!!!. Ngopi-ngopi bung.. hihihihihi..... :)
17.16 | 2 komentar | Read More

Proses Perumusan Pancasila

Keterlibatan Jepang dalam perang dunia ke 2 membawa sejarah baru dalam kehidupan bangsa Indonesia yang di jajah Belanda ratusan tahun lamanya. Hal ini disebabkan bersamaan dengan masuknya tentara Jepang tahun 1942 di Nusantara, maka berakhir pula suatu sistem penjajahan bangsa Eropa dan kemudian digantikan dengan penjajahan baru yang secara khusus diharapkan dapat membantu mereka yang terlibat perang.

Menjelang akhir tahun 1944 bala tentara Jepang secara terus menerus menderita kekalahan perang dari sekutu. Hal ini kemudian membawa perubahan baru bagi pemerintah Jepang di Tokyo dengan janji kemerdekaan yang di umumkan Perdana Mentri Kaiso tanggal 7 september 1944 dalam sidang istimewa Parlemen Jepang (Teikoku Gikai) ke 85. Janji tersebut kemudian diumumkan oleh Jenderal Kumakhichi Haroda tanggal 1 maret 1945 yang merencanakan pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
Sebagai realisasi janji tersebut pada tanggal  29 April 1945 kepala pemerintahan Jepang untuk Jawa (Gunseikan) membentuk BPUPKI dengan Anggota sebanyak 60 orang yang merupakan wakill atau mencerminkan suku/golongan yang tersebar di wilaya Indonesia. BPUPKI diketuai oleh DR Radjiman Wedyodiningrat sedangkan wakil ketua R.P Suroso dan Penjabat yang mewakili pemerintahan Jepang “Tuan Hchibangase”. Dalam melaksanakan tugasnya di bentuk beberapa panitia kecil, antara lain panitia sembilan dan panitia perancang UUD. Inilah langkah awal dalam sejarah perumusan pancasila sebagai dasar negara. Secara ringkas proses perumusan tersebut adalah sebagai berikut.


A. Mr. Muhammad Yamin, pada sidang BPUPKI tanggal 29 Mei  1945 menyampaikan rumus asas dan dasar degara sebagai berikut:
1.      Peri Kebangsaan
2.      Peri Kemanusiaan
3.      Peri Ketuhanan
4.      Peri Kerakyatan
5.      Kesejahteraan Rakyat.

Catatan : Setelah menyampaikan pidatonya, Mr. Muhammad Yamin menyampaikan usul tertulis naskah Rancangan Undang-Undang Dasar. Di dalam Pembukaan Rancangan UUD itu, tercantum rumusan lima asas dasar negara yang berbunyi sebagai berikut :
           1.      Ketuhanan Yang Maha Esa
           2.      Kebangsaan Persatuan Indonesia
           3.      Rasa Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
           4.      Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan Perwakilan
           5.      Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia


B. Mr  Soepomo, pada tanggal 31 Mei 1945 antara lain dalam pidatonya menyampaikan usulan lima dasar  negara, yaitu sebagai berikut :
1.      Paham Negara Kesatuan
2.      Perhubungan Negara  dengan Agama
3.      Sistem Badan Permusyawaratan
4.      Sosialisasi Negara
5.      Hubungan antar Bangsa

Catatan : Mr. Soepomo dalam pidatonya selain memberikan rumusan tentang Pancasila, juga memberikan pemikiran tentang paham integralistik Indonesia. Hal ini tertuang di dalam salah satu pidatonya ..................................., bahwa jika kita hendak mendirikan Negara Indonesia yang sesuai dengan keistimewaan sifat dan corak masyarakat Indonesia, maka negara kita harus berdasar atas aliran pikiran (staatsidee) negara yang integralistik, negara yang bersatu dengan seluruh rakyatnya, yang mengatasi seluruh golongan-golongannya dalam lapangan apapun.       

C. Ir. Soekarno, dalam sidang BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945 mengusulkan rumusan dasar negara adalah sebagai berikut :
1.      Kebangsaan Indonesia
2.      Internasionalisme atau peri kemanusiaan
3.      Mufakat atau demokrasi
4.      Kesejahteraan Sosial
5.      KeTuhanan yang berkebudayaan.

Catatan : Konsep dasar negara yang diajukan oleh Ir. Soekarno tersebut, dapat diperas menjadiTri Sila, yaitu : Sila Kebangsaan dan Sila Internasionalisme diperas menjadi Socio Nationalisme; Sila Mufakat atau Demokratie dan Sila Ketuahanan yang berkebudayaan. Kemudian Tri Sila tersebut dapat diperas lagi menjadi Eka Sila, yaitu Gotong Royong.               

D. Panitia Kecil pada sidang PPKI tanggal 22 Juni 1945, memberi usulan rumusan dasar negara adalah sebagai berikut :
1.      Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
2.      Kemanusiaan yang adil dan beradab
3.      Persatuan Indonesia
4.      Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam  permusyawaratan perwakilan
5.      Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Catatan : Paniti kecil mempunyai tugas untuk menggolong-golongkan dan memeriksa catatan-catatan tertulis selama sidang. Rapat Panitia Kecil telah diadakan bersama-sama dengan 38 anggota BPUPKI di kantor Besar Jawa Hookookai dengan susunan sebagai berikut : Ketua      :  Ir. Soekarno Anggota  :  1) K.H.A Wachid Hasjim, 2) Mr. Muhammad Yamin, 3) Mr. A.A. Maramis, 4) M. Soetardjo Kartohadikoesoemo, 5) R. Otto Iskandar Dinata, 6) Drs. Mohammad Hatta, 7) K. Bagoes H. Hadikoesoemo. Selanjutnya, dalam sidang yang dihadiri oleh 38 orang tersebut telah membentuk lagi satu Panitia Kecil yang anggota-anggotanya terdiri dari : Drs. Mohammad Hatta, Mr. Muhammad Yamin, Mr. A. Subardjo, Mr. A.A. Maramis, Ir. Soekarno, Kiai Abdul Kahar Moezakkir, K.H.A. Wachid Hasjim, Abikusno Tjokrosujoso, dan H. Agus Salim. Panitia Kecil inilah yang sering disebut sebagai panita 9 (sembilan) yang pada akhirnya menghasilkan Piagam Jakarta (Jakarta Charter).               

E. Rumusan Akhir Pancasila yang di tetapkan tanggal 18 Agustus 1945, dalam sidang PPKI memberi rumusan Pancasila sebagai berikut :

1.      Ketuhanan Yang Maha Esa
2.      Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
3.      Persatuan Indonesia
4.      Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan /perwakilan
5.      Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia
        
Rumusan inilah yang kemudian dijadikan dasar negara, hingga sekarang bahkan hingga akhir perjalanan Bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia bertekad bahwa Pancasila sebagai dasar negara tidak dapat dirubah oleh siapapun, termasuk oleh MPR hasil pemilu. Jika merubah dasar negara Pancasila sama dengan membubarkan negara hasil proklamasi (Tap MPRS No. XX/MPRS/1966).

             Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia.Pancasila sering disebut sebagai dasar falsafah negara (dasar filsafat negara) dan ideologi negara. Pancasila dipergunakan sebagai dasar untuk mengatur pemerintahan dan mengatur penyelenggaraan negara. Konsep-konsep Pancasila tentang kehidupan bernegara yang disebut cita hukum (staatsidee), merupakan cita hukum yang harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pancasila juga mempunyai fungsi dan kedudukan sebagai pokok atau kaidah negara yang mendasar (fundamental norma). Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara bersifat tetap, kuat, dan tidak dapat diubah oleh siapapun, termasuk oleh MPR-DPR hasil pemilihan umum. Mengubah Pancasila berarti membubarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Pancasila sebagai kaidah negara yang fundamental berarti bahwa hukum dasar tertulis (UUD), hukum tidak tertulis (konvensi), dan semua hukum atau peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam negara Republik Indonesia harus bersumber dan berada dibawah pokok kaidah negara yang fundamental tersebut.


A. Dasar Hukum Pancasila Sebagai Dasar Negara

Pengertian pancasila sebagai dasar negara, sesuai dengan bunyi Pembukaan UUD 1945 pada alinea keempat
”…....., maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada; Ketuhanan Yang Maha Esa; kemanusia yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

Di dalam Pembukaan UUD 1945 tersebut meskipun tidak tercantum kata Pancasila, namun bangsa Indonesia sudah bersepakat bahwa lima prinsip yang menjadi dasar Negara Republik Indonesia disebut Pancasila. Kesepakatan tersebut, tercantum pula dalam berbagai Ketetapan MPR-RI diantaranya sebagai berikut :

1)      Ketetapan MPR - RI No.XVIII/MPR/1998, pada pasal 1 menyebutkan bahwa “Pancasila sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 adalah dasar negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bernegara”.

2)      Ketetapan MPR No. III/MPR/2000, diantaranya menyebutkan : Sumber Hukum dasar nasional yang tertulis dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa; kemanusia yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

B.     Pancasila Memenuhi Syarat Sebagai Dasar Negara

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dasar negara Pancasila perlu difahami konsep, prinsip dan nilai yang terkandung di dalamnya agar dapat dengan tepat mengimplementasikannya. Namun sebaiknya perlu diyakini terlebih dahulu bahwa Pancasila memenuhi syarat sebagai dasar negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan beragam suku, agama, ras dan antar golongan yang ada.
Pancasila memenuhi syarat sebagai dasar negara bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan alasan sebagai berikut.

1)      Pancasila memiliki potensi menampung keadaan pluralistik masyarakat Indonesia yang beraneka ragam suku, agama, ras dan antar golongan. Pada Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, menjamin kebebasan untuk beribadah sesuai agama dan keyakinan masing-masing. Kemudian pada Sila Persatuan Indonesia, mampu mengikat keanekaragaman dalam satu kesatuan bangsa dengan tetap menghormati sifat masing-masing sepert apa adanya.

2)      Pancasila memberikan jaminan terealisasinya kehidupan yang pluralistik, denganmenjunjung tinggi dan menghargai manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan secara berkeadilan yang disesuaikan dengan kemampuan dan hasil usahanya. Hal ini ditunjukkan dengan Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.

3)      Pancasila memiliki potensi menjamin keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, yang terdiri atas ribuan pulau sesuai dengan Sila Persatuan Indonesia.

4)      Pancasila memberikan jaminan berlangsungnya demokrasi dan hak-hak asasi manusia sesuai dengan budaya bangsa. Hal ini, selaras dengan Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.

5)      Pancasila menjamin terwujudnya masyarakat yang adil dan sejahtera sesuai dengan Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat sebagai acuan dalam mencapai tujuan tersebut.

23.37 | 4 komentar | Read More

DownLoad Spinner Blogger Free

Sekarang para blogger mania lagi rame-ramenya suka sama ini software dan ini software saya persembahkan buat semua sahabat Amburadul Republik.
Software ini diperuntukkan buat para blogger yang suka sama konten atau artikel yang berbahasa inggris namun mau kita copas
Nah hebatnya lagi dengan software ini bisa meloloskan hasil copy paste kita tersebut tanpa duplikat konten atau lulus sensor dari mister google,namun yang di prioritaskan konten atau artikel yang berbahasa inggris,tapi tidak menutup kemungkinan juga artikel yang berbahasa lain termasuk indonesia.

Hebatnya lagi konten atau artikel yang berbahsa inggris tersebut digodoknya sama ini software biar tambah unik dan menarik tapi hasilnya tetap sama namun tambah bermakna.
kemaren aku ada coba tapi di blog yang satunyaaaaa lumayan koq hasilnya malah dapat tempat bagus di hasil pencarian google...hahayy.

Kebetulan software ini ada 2 baik itu yang PRO maupun yang EASY nanti terserah kalian mau pilih yang mana namun perlu aku jelaskan bedanya yang pro dan easy kalau yang PRO
kalian bisa langsung ketik atau paste artikel atau pun konten yang kalian inginkan
pada Form yang disediakan.
Dan bisa menset langsung tingkat keunikan yang kalian inginkan.
Sedangkan kalo yang EASY kalian tidak mengetik langsung melainkan kalian harus pastekan dulu hasil kopas kita tadi pada Notepad dan simpan nanti baru kita spinner.
Tapi pilih sajalah terserah kalian mau yang mana.
Dan sekali lagi ini software buat copy paste atau copaz yang awalnya konten tersebut berbahasa inggris namun kita copaz dan hasilnya lolos Duplikat Konten.
Oh ya..nanti kalian dimintanya Email dan KEY nya..kalo emailnya tulis sembarangan saja...sedangkan Key nya nanti tekan tombol Reguest License Key pastekan pada form,lalu klik Activate.
Jadi intinya software ini buat sahabat Amburadul Republik Yang suka  "Copy Paste.." gkgkgk... Pis Bro!!! :) .

SpinPro   DownLoad
password Rar : kumpulancara
SpinEasy DownLoad



19.00 | 4 komentar | Read More

Teknologi Dahsyat Karya Anak Negeri

         Para sahabat amburadul blog semua pasti penasaran dengan judul yang saya pasang di atas iya kan??.. hayo ngaku jangan malu malu..:), baiklah untuk menghemat waktu mari dengarkan kisah saya ok!! ( ki dalang sudah siap ni :).
     
         Sa'at ini semua orang pasti sudah tau dengan apa yang namanya ponsel, ponsel sudah bisa dibilang sebagai belahan hati (menurut saya lo...), dan semakin lama teknologi ponsel semakin canggih,, dari ponsel mini hingga ponsel besar dari yang murah sampe yang mahal dan sudah lama memasuki pasar indonesia ( Loh kok malah bahas pasar indonesia? ngelantur nih,,).

         Baiklah saya tidak mau basa basi lagi... Teknologi tersebut berupa aksesoris ponsel yang dapat di nikmati oleh semua lapisan masyarakat karena aksesoris itu sangatlah murah,ramah lingkungan,menghemat tenaga dan bisa di pakai siapa saja, saya tidak bisa menjelaskan lebih rinci lagi tentang karya anak negri yang saya bilang mahadahsyat ini,, tapi jangan hawatir..  saya berhasil mendapatkan foto teknologi canggih karya anak negri tersebut.

Untuk melihat foto tekan/klik OPEN.

Foto HandsFree Happy:








Gimana.. canggih kan sob??.. ramah lingkungan banget!!, Jangan Lupa tinggalkan komentarnya ya.... Hihihihihi.. happy blogging.



23.28 | 6 komentar | Read More
Next previous home
 
Situs Dalam proses Perbaikan