Tampilkan postingan dengan label heart. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label heart. Tampilkan semua postingan

1 Menjaga Mimpi


Seorang teman marah ketika saya membangunkannya dari tidur siangnya. “Gara-gara dibangunin, saya gagal dapat uang dua ratus ribu,” katanya. “Bagaimana bisa?” tanya saya. “Ya, hampir saja saya menerima dua lembar ratusan ribu jika saja kamu tak membangunkan saya,” tambahnya. “Sudahlah, bangun dari mimpimu itu. Kamu bisa mendapatkan jauh lebih banyak dari dua lembar jika tak sedang bermimpi,” segera saya menariknya keluar dari kamar untuk mengajaknya berjalan mencari pekerjaan.

Fase bermimpi itu pernah bersama kami lewati, ketika rasa malas kerap menggelayuti otak kami yang berpikir meraih sukses itu amat mudah. Mungkin kami terlalu banyak menonton televisi, melihat orang-orang muda seusia kami memakai stelan jas mengendari mobil mewah dan menghuni rumah seharga di atas dua milyar. Dengan kemapanan seperti itu, perempuan mana yang tak suka berkenalan atau bergaul dengannya. Tayangan televisi lainnya mengajarkan kami betapa mudahnya mendapatkan uang hanya dengan bermodalkan pengetahuan pas-pasan atau mencoba keberuntungan dan mengundi nasib mengikuti berbagai kuis dengan hadiah menjanjikan.

Beberapa film lainnya sempat membuat saya dan teman-teman berkhayal ketika tengah berada di pinggir jalan menunggu bis, sebuah mobil mewah yang melintas di depan kami tiba-tiba berhenti karena pengendaranya tiba-tiba terserang penyakit jantung. Kami pun berhamburan menolongnya dan membawanya ke rumah sakit. Singkat cerita, jadilah kami dewa penolong yang mendapat imbalan, “Apa pun yang kalian minta akan kami berikan, karena kalian telah menyelamatkan nyawa saya,” Ahay, indahnya hidup jika setiap episode selalu dihiasi keberuntungan seperti itu. Tetapi nyatanya tidak, hidup ini tetap keras dan perlu melalui banyak onak yang terkadang kaki ini tak sanggup menahannya. Nyatanya, meski sudah berjam-jam kami masih tetap di pinggir jalan itu dan tak satu pun mobil mewah melintas yang tersuruk lantaran pemiliknya terserang jantung sehingga kemudian kami menjadi dewa penyelamatnya. Tidak, itu hanya ada dalam film, komik, bahkan mimpi yang seringkali tak nyata.

Mimpi seringkali membuat orang untuk terus bermimpi, seperti seorang pandir yang selalu mendapat keberuntungan meski pun kebodohannya tak tertandingi, seperti Cinderella yang mendapat keberuntungan dari sepatu kaca pemberian peri cantik, seperti seorang pemulung yang tiba-tiba saja menemukan beberapa batang emas di tempat sampah, sehingga seluruh warga kampung berbondong-bondong ikut memulung di tempat yang sebelumnya teramat menjijikkan bagi mereka. Si pemulung akan berpikir bahwa menjadi pemulung adalah jalan hidupnya, dan ia terus bermimpi menemukan batang emas lainnya di tempat sampah yang berbeda. Dan seperti juga kita, yang masih saja terus ingin melanjutkan tidur berharap mimpi siang tadi berlanjut sehingga dua lembar ratusan ribu berpindah ke tangan kita. Tapi itu dalam mimpi!
Nyatanya, mungkinkah ada orang yang bisa melanjutkan mimpinya? Bahkan adakah yang mampu mewujudkan mimpinya hanya dengan terus memejamkan matanya dan menyembunyikan wajah di bawah bantal?..

Waktu terus bergulir, detik terus berlari. Sebagian orang masih terlelap berharap mimpi indah dalam tidurnya. Sebagian lainnya berpacu dengan cepatnya waktu untuk meraih sukses. Yang tidur akan bangun dengan tangan hampa, menyesal betapa banyak waktu terbuang untuk meraih mimpi yang tak pernah mampu diwujudkannya hanya dengan terus menerus terlelap. Sementara yang lain, sudah tersenyum karena lebih cepat meninggalkan tempat tidur mereka dan melangkah cepat meraih mimpinya dengan kerja keras.
Memelihara mimpi, bukanlah dengan melanjutkan mimpi dalam tidur. Melainkan dengan melipat selimut dan bergegas ke luar kamar melangkahkan kakinya menapaki setiap anak tangga kesuksesan. Bukankah matahari terlihat saat ia bersinar, bukankah kokok ayam jantan menunjukkan keberadaannya. Tukang becak akan mendapatkan uang setelah ratusan kali kakinya mengayuh, tukang koran bisa tersenyum setelah semua korannya habis, para pedagang akan menghitung laba setelah uang modalnya terpenuhi, dan para karyawan akan menerima gaji setelah sebulan penuh bekerja.

Layaknya seorang pemain sepak bola di lapangan. Jika tak bertarung merebut bola, berapa sering ia akan mendapatkan bola jika hanya berharap pemberian bola dari temannya? Dan hitung berapa peluang yang ia peroleh untuk menciptakan gol dari jerih payahnya yang sedikit itu? Akankah timnya menjadi pemenang? Jadi, peliharalah mimpi dengan bergegas beranjak dari mimpi dan khayalan. Karena rezeki lebih senang dihampiri, bukan menghampiri.

Saya dan teman-teman yang pernah sama-sama bermimpi dulu, hingga kini masih terus menjaga mimpi kami. Tetapi kali ini tidak di tempat tidur. Percayalah.

2 Angel Destroyer


Sekian lama aku sibuk dengan berbagai kegiatan dimana kegiatan itu wajib aku kerjakan demi kelangsungan hidupku sendiri, hingga suatu hari yaitu hari ini,,

Hari: Senin tgl 11 / 06 / 2012 jam: 12.39_am

aku ingat akan suatu hal yang telah lama terlewatkan olehku, ingin sekali aku berkisah tentang suatu hal itu buat para sahabat setia blog Amburadul Republik, sebelum aku mulai kisah ini aku ingin bertanya,, Apa Kabar Sahabat??..., Tentunya pada baik semua kan???.., Ok langsung aj,,

Di hari itu kau datang dengan senyum penuh keyakinan bahwa kau yang terbaik bagiku,, kau beri aku sejuta harapan bahwa kau akan membuatku bahagia, kau beri aku sejuta mimpi  hingga senyumku terlahir di setiap waktu, kau genggam tanganku hingga tubuh ini mampu untuk berdiri, kau datangi tempatku hingga sorga nampak di sekelilingku, hingga suatu sa’at kau melakukan kesalahan telah mencium keningku hingga aku mampu berfikir jernih.

Bibir mungilmu telah membuat aku lupa akan sebuah hal, bibir mungilmu telah membuat aku buta akan sebuah hal, bibir mungilmu telah membuatku tak bisa merasakan akan sebuah hal. Sebuah senja yang tak mudah aku lupakan.

You sense the destroyer goddess

Kapan aku harus sadar karena terkadang aku tidak pernah tau apa yang aku lakukan, rasa ini begitu indah hingga aku hanya bisa mengikuti jalannya, jalan yang telah membawa aku ke arah yang tidak akan pernah aku bisa mengerti,seakan teringat sebuah masa dimana aku merasakan rasa yang begitu sejuk terbawa angin senja waktu itu, semua kata-katamu terbang bersama kaburnya terang pandangan mataku.

Saat ini kamu telah membuat aku hancur sehingga aku menemukan kesadaran setelah sekian lama aku tertidur dalam lamunan yang kamu ciptakan, begitu banyak waktu yang terbuang hanya untuk menikmati rasa yang jelas semu bagiku namun tak pernah aku bisa untuk melihatnya, aku yang buta terpuruk dalam kubangan rasa yang kamu bumbui dengan aroma kemunafikanmu, begitu sedap di waktu itu di masa aku begitu menikmati awal dari semua kesakitanku.

Kini semuanya berahir,, secercah cahaya telah menghangatkan sepotong hati yang lama dingin, mulai hidup dengan segala awal dari masadepan menggapai cita yang melambung dalam bayangan.

0 Dewi Alexandria


Seorang dewi telah menjadi sebuah buku dalam hidupku yang bisa aku pahami di setiap halamannya dan dapat aku nyanyikan segala pujian yang terkandung di dalamnya namun yang ta’kan pernah bisa aku selesaikan untuk membacanya, seorang wanita yang telah di lengkapi oleh tuhan dengan keindahan jiwa raga nyata sekaligus maya bagiku yang hanya bisa aku pahami dengan cinta dan kasih.

Aku selalu berfikir bisakah orang mati mendengar nyanyian burung bulbul?.. Dapatkah seorang hukuman menikmati semilir angin fajar?.. Mungkinkah diam lebih menyakitkan daripada kematian?.. Apakah kebangga’an menghalangi aku untuk melukiskan seorang Dewi dalam kata-kata yang jujur dengan warna cahaya cemerlang?.. sa’at ini aku seperti seorang laki-laki lapar di sebuah gurun pasir yang ta’ mau menolak makan roti kering jika tuhan ta’ melimpahiku dengan air mata.

Setiap Sang dewi berkunjung ia selalu memberikan makna baru bagi kecantikannya dan sebuah pandangan baru di dalam jiwanya yang manis hingga aku mengagumi kecerdasannya serta mendengarkan kesedihannya yang bisu.

Dalam naungan busana yang menyelimuti tubuhnya Sang Dewi nampak langsing seperti seberkas cahaya rembulan yang menembus jendela hatiku. Dia berjalan dengan anggunnya  penuh irama, suaranya lirih manis begitu merdu di telinga, kata-kata yang terucap dari bibirnya seperti tetes embun jatuh dari daun mahkota bunga ketika di landa angin.

Tetapi wajah Sang dewi!!, ta’ ada kata-kata yang bisa melukiskan expresinya, yang mula-mula membayangkan derita batin yang dalam, dengan semua kenyata’an sorgawi.

Kecantikan wajah Sang dewi bukanlah klasik; kecantikan itu laksana impian ilham yang ta’ dapat di ukur atau di ikat atau di rekam dengan kuas pelukis atau pahat sang pematung. Kecantikan Sang dewi bukanlah pada pirang rambutnya yang ke emasan namun pada kebajikan dan kemurnian yang melingkunginya, tidak pada matanya yang lebar namun pada cahaya yang memancar dari dalamnya, tidak juga pada bibirnya namun pada manis tutur katanya, kecantikannya laksana sebuah kurnia puisi namun para penyair adalah orang-orang yang celaka karenanya, ta’peduli betapa tinggi yang dapat di capai oleh semangat mereka,, mereka tetap terjebak dalam selubung air mata.

Sang dewi lebih suka tenggelam dalam renungan daripada banyak bicara,dan diamnya adalah sebuah musik yang membawa seseorang ke dalam dunia impian yang membuatnya mendengarkan detak detak jantungnya dan menyaksikan hantu hantu dari pikiran pikiran dan perasa’an perasa’an yang menghadang di depannya, memandang ke dalam matanya.

Sang dewi mengenakan baju duka cita di sepanjang waktunya dan itu makin memperindah kecantikannya yang luar biasa seperti sebatang pohon berbunga yang makin cantik bila dilihat lewat bening embun fajar pagi.

Kesedihan menghubungkan jiwanya dengan jiwaku, seolah masing masing menyaksikan di wajah yang lain apa yang terasa di hati, serta mendengar gema suara yang menggema tersembunyi, Tuhan telah menciptakan dua tubuh menjadi satu,dan perpisahan hanyalah akan berarti jadi sebuah duka derita nestapa.

Jiwa yang duka menemukan ketentraman manakala bersatu dengan sesamanya, jiwa-jiwa itu menyatu dalam kebersama’an rasa, seperti orang asing girang hatinya manakala ia bertemu dengan orang asing lainnya di negeri asing. Segala hati yang di satukan lewat duka cita ta’ akan terpisahkan oleh kemenangan rasa bahagia. Cinta yang di basuh oleh air mata akan tetap murni dan indah di sepanjang waktunya.

Di saat Sang dewi berkunjung dia duduk di sampingku, ia nampak seperti sekuntum bunga bakung yang tertunduk pada hamparan rumput hijau yang terhembus oleh dinginnya angin malam,tuhanlah yang menghendaki aku bersama Sang dewi yang sudah ta’ sendiri lagi, berdua’an di hari malam di depan rumahku yang penuh pepohonan,tempat bersemayam keheningan, cinta kasih, dan kebajikan bersama.

Terkadang kami sama-sama diam masing- masing menunggu yang lain untuk berbicara, namun berbicara bukanlah satu-satunya cara untuk saling mengerti antara dua jiwa, bukanlah kata-kata yang keluar dari bibir dan lidah yang bisa menyatukan dua hati nurani.

I'm always there for you

Ada yang lebih agung dan murni daripada yang keluar yang di utarakan oleh mulut. Keheningan menerangi jiwaku berbisik kedalam jantung hatiku dan menyatukannya, keheningan memisahkan diriku dan dirinya membawaku melayari cakrawala jiwa dan mendekatkanku pada sorga yang di milikinya, keheningan menyadarkan aku bahwa tubuh ta’ lebih dari penjara dan dunia ini ta’ lebih dari tempat pengasingan.

Setiap keindahan dan keagungan dalam dunia ini tercipta oleh suatu pikiran atau rasa yang tunggal dalam diri seorang manusia, setiap sesuatu yang kita saksikan hari ini yang di buat oleh generasi-generasi masalalu, sebelum kemunculannya adalah suatu pikiran dalam benak seorang manusia atau suatu cita rasa dalam hati seorang wanita, berbagai revolusi yang begitu banyak mengalirkan darah dan mengubah pikiran manusia ke arah kebebasan adalah cita-cita seorang manusia yang hidup di tengah-tengah ribuan manusia.

Berbagai peperangan yang sia-sia, yang menghancurkan berbagai kerajaan, adalah pikiran yang muncul dalam benak satu orang, segala ajaran luhur yang mengubah keada’an umat manusia adalah pikiran-pikiran seorang manusia yang di campakkan dari lingkungannya oleh otaknya yang cemerlang, pikiran satu orang membangun piramid-piramid, menegakkan ajaran kejaya’an islam dan menyebabkan pembakaran perpustaka’an di Alexandria.
 

Amburadul Republik Copyright © 2015 - |- Template Modified by A.M - |- Powered by Komunitas Blogger Madura